Minggu, 27 Juli 2025

Kreasi Manis Mahasiswa Baking & Pastry yang Siap Menggoda Lidah

Dengan senang hati kami sampaikan bahwa kegiatan perkuliahan di bidang Baking & Pastry Arts hari ini berjalan lancar dan penuh semangat. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan mereka dalam menciptakan berbagai produk pastry dan cake yang berkualitas.

Berikut adalah beberapa produk yang berhasil dibuat oleh mahasiswa dalam sesi praktik hari ini:







1. Genoise Cake

Kue Genoise berasal dari Italia dan dikenal luas di Prancis sebagai dasar sponge cake klasik. Berbeda dengan sponge cake biasa, adonan genoise tidak menggunakan bahan pengembang kimia seperti baking powder atau baking soda. Sebaliknya, volume kue diperoleh dari pengocokan telur dan gula yang intensif hingga mengembang sempurna.

Dalam praktik kali ini, mahasiswa diajarkan teknik pengocokan yang tepat, pentingnya suhu bahan, serta teknik lipatan (folding) agar adonan tetap ringan namun kokoh. Hasil akhirnya adalah kue dengan tekstur lembut dan ringan, sangat cocok sebagai dasar untuk kue tart atau lapisan dalam layer cake.

2. English Cake

English cake dikenal sebagai kue klasik Inggris yang kaya rasa dan padat teksturnya. Biasanya, kue ini menggunakan campuran mentega, telur, gula, dan buah-buahan kering seperti kismis atau cherry. Kadang ditambahkan juga kacang-kacangan atau rempah seperti kayu manis dan pala.

Dalam sesi ini, mahasiswa mempelajari cara mengatur suhu oven dan lamanya waktu pemanggangan agar bagian luar kue tetap kering dan garing namun bagian dalam tetap lembap. Selain itu, mereka juga belajar menyeimbangkan rasa antara manis dan aroma rempah yang khas dari English cake.

3. Sacher Cake

Sacher cake atau Sachertorte merupakan kue cokelat klasik yang berasal dari Austria. Kue ini memiliki ciri khas berupa lapisan kue cokelat yang padat, dilapisi selai aprikot dan ditutup dengan glasur cokelat yang mengkilap.

Pembuatan Sacher cake menantang mahasiswa untuk bermain dalam presisi: dari pengocokan putih telur hingga teknik meratakan glasur agar permukaan terlihat halus dan profesional. Tak hanya soal rasa, presentasi juga menjadi perhatian utama dalam praktik ini.

4. Peach Roll Cake

Roll cake merupakan salah satu jenis sponge cake yang digulung dengan isian krim dan buah. Dalam variasi kali ini, mahasiswa membuat peach roll cake dengan isian krim kocok dan potongan buah peach segar.

Proses menggulung cake memerlukan keterampilan khusus agar tidak retak dan tetap rapi. Mahasiswa diajak memahami teknik menggulung yang benar, serta menjaga kelembutan cake agar hasil akhirnya maksimal. Peach roll cake menjadi penutup manis dari rangkaian latihan hari ini, menyajikan rasa segar dan ringan yang sangat disukai.


Pengembangan Keterampilan & Kreativitas

Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim, berpikir kreatif dalam menghias kue, serta menyajikan hasil karya mereka secara profesional. Setiap mahasiswa diberi kebebasan untuk mengeksplorasi gaya dekorasi dan presentasi masing-masing kue, dengan tetap memperhatikan standar rasa dan estetika.




Pendidikan di bidang Baking & Pastry Arts memang tidak hanya mengajarkan resep, melainkan juga membentuk karakter disiplin, teliti, dan inovatif. Hal ini sejalan dengan semangat kami untuk mencetak lulusan yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga siap bersaing di industri kuliner yang kompetitif.

Sabtu, 26 Juli 2025

Baking Demo Bersama Chef Mate: Inspirasi dari Sang Alumni

Selain praktik rutin, hari ini mahasiswa program studi Baking & Pastry Arts mendapatkan kesempatan istimewa dalam bentuk baking demo spesial yang dipandu langsung oleh Chef Mate, seorang alumni kampus yang kini telah sukses berkarier di industri kuliner profesional.

Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik baru dalam dunia baking, tetapi juga menjadi ajang inspiratif bagi para mahasiswa untuk melihat gambaran nyata perjalanan karier di bidang pastry.









Kehadiran alumni dalam kegiatan seperti ini sangat berpengaruh terhadap semangat mahasiswa. Dalam suasana yang hangat dan komunikatif, mahasiswa merasa lebih terhubung dan termotivasi karena melihat contoh nyata dari orang yang "pernah berjalan di jalan yang sama."

Seperti disampaikan dalam pengantar kegiatan kepada orang tua:

“Semoga bisa memotivasi yuniornya.”

Harapan ini terasa benar-benar tercapai. Banyak mahasiswa mengungkapkan bahwa sesi ini membuka wawasan baru tentang peluang dan tantangan karier di dunia baking, serta memberikan dorongan untuk lebih bersemangat belajar dan berlatih.





Sabtu, 19 Juli 2025

Kolaborasi Monas Kuliner & Pakuwon City Mall Tampilkan Kreativitas Fruit Carving Competition

Pada Jumat, 12 Juli 2025, Pakuwon City Mall dipenuhi semangat kompetitif dan kreativitas luar biasa dalam acara Fruit Carving Competition yang digelar melalui kolaborasi antara Monas Kuliner dan Pakuwon City Mall. Kompetisi ini menjadi panggung inspiratif bagi para seniman kuliner muda, sekaligus bukti bahwa seni ukir buah bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga refleksi ketekunan, ketelitian, dan rasa cinta pada dunia kuliner.



para peserta mulai mempersiapkan buah-buahan seperti semangka, melon, apel, wortel, dan mentimun sebagai bahan dasar ukiran mereka. Dalam waktu 2 jam, mereka diharuskan menyelesaikan karya utuh yang menonjolkan teknik, kreativitas, dan kesinambungan desain.









Bukan sekadar lomba, Fruit Carving Competition ini menjadi ajang pembelajaran langsung. Banyak pengunjung mall yang antusias menyaksikan proses para peserta mengukir buah dengan ketelitian tinggi.

Monas Kuliner, lembaga pendidikan kuliner terkemuka di Surabaya, menggandeng Pakuwon City Mall dalam penyelenggaraan acara ini sebagai bentuk sinergi positif antara pendidikan dan industri.

Acara ini juga dimeriahkan dengan demo carving oleh para chef profesional dari Monas Kuliner, yang menunjukkan teknik tingkat lanjut dan tips praktis yang bisa diaplikasikan dalam dunia kerja kuliner.

Antusiasme yang tinggi dari peserta dan pengunjung menjadi bukti bahwa acara seperti ini perlu diadakan secara rutin. Baik pihak Monas Kuliner maupun Pakuwon City Mall menyatakan bahwa mereka terbuka untuk menyelenggarakan kolaborasi serupa ke depannya, dengan cakupan lebih luas dan inovasi lebih berani.

Kamis, 03 Juli 2025

Ujian Akhir Baking & Pastry Arts: Mahasiswa Akademi Kuliner Monas Pasifik Tampilkan Karya Terbaik

Mahasiswa Akademi Kuliner Monas Pasifik menunjukkan kompetensi dan kreativitas mereka dalam ujian akhir mata kuliah Baking & Pastry Arts. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran selama satu semester yang telah membekali para mahasiswa dengan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam dunia pastry dan roti modern maupun tradisional.

Bertempat di dapur praktik utama kampus, ujian akhir ini mengangkat konsep integratif antara teknik, estetika, dan inovasi produk. Setiap mahasiswa diberikan tantangan untuk menciptakan beragam olahan pastry dan baking yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai artistik dan keunikan tersendiri.




Ujian akhir ini dirancang menyerupai simulasi industri nyata. Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan tugas dengan batas waktu yang telah ditentukan, memperhatikan prosedur kerja, sanitasi, kualitas rasa, dan penampilan produk. Pengujian dilakukan oleh tim dosen pengajar serta beberapa praktisi profesional dari dunia industri kuliner yang diundang secara khusus.



Bagi para mahasiswa, final exam ini bukan hanya sekadar ujian akhir semester, melainkan juga momen pembuktian atas hasil kerja keras selama masa studi. Mahasiswa tingkat akhir mengakui bahwa proses persiapan tidak mudah, mulai dari perencanaan resep, uji coba, hingga latihan manajemen waktu.

Akademi Kuliner Monas Pasifik terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kuliner nasional maupun internasional. Melalui kegiatan seperti ujian akhir ini, mahasiswa dilatih tidak hanya untuk menjadi pekerja andal, tetapi juga sebagai wirausahawan kreatif yang mampu membawa kuliner Indonesia ke panggung dunia.


Selasa, 01 Juli 2025

Revitalisasi Jajanan Tradisional: Semangat Pelestarian Melalui Kegiatan Baking & Pastry Arts

 Dalam upaya membangkitkan kembali kecintaan terhadap kuliner khas Nusantara, kegiatan Baking & Pastry Arts kembali diselenggarakan dengan mengusung tema Indonesian Sweets 2. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengenalan dan praktik langsung terhadap berbagai olahan jajanan tradisional Indonesia yang semakin jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Melibatkan para peserta didik dari program kuliner, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembelajaran teknis, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Berikut adalah daftar kudapan yang berhasil ditampilkan dalam kegiatan tersebut beserta ulasan singkatnya:







1. Combro, Misro, dan Pisro

Tiga jenis kudapan berbahan dasar singkong ini berasal dari wilayah Jawa Barat. Combro adalah singkatan dari "oncom di jero" yang berarti oncom di dalam, karena isinya berupa tumisan oncom pedas. Misro memiliki isian gula merah, sehingga menghasilkan rasa manis. Sementara Pisro, meski belum sepopuler dua saudaranya, diyakini sebagai variasi lokal dengan ciri khas tertentu, misalnya isian ikan atau rasa pedas manis. Ketiganya menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi camilan lezat.

2. Kue Karamel Proll

Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, berpori, dan manis legit. Bahan dasarnya antara lain adalah telur, gula, dan margarin. Aroma karamel yang khas berasal dari proses pemanasan gula hingga meleleh. Kue ini sering disebut sebagai bentuk adaptasi kue barat dengan sentuhan cita rasa lokal.

3. Tape

Tape merupakan hasil fermentasi dari singkong atau ketan yang menghasilkan rasa manis dengan sedikit sensasi alkohol alami. Makanan ini tidak hanya populer sebagai camilan, tetapi juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue-kue tradisional lainnya. Proses fermentasi yang tepat menentukan kualitas tape yang dihasilkan.

4. Bubur Madura

Hidangan ini merupakan perpaduan beberapa jenis bubur manis seperti bubur sumsum, ketan hitam, mutiara, dan candil yang disajikan dengan kuah santan dan gula merah cair. Bubur Madura menggambarkan kekayaan rasa dan tekstur dalam satu mangkuk, serta menjadi bukti kekayaan kuliner dari Pulau Madura.

5. Cantik Manis

Kue ini memiliki tampilan warna-warni yang cantik dan tekstur kenyal dari bahan dasar sagu mutiara. Disusun berlapis dan biasanya disajikan dalam potongan kecil, kue cantik manis sangat digemari karena tampilannya yang menarik dan rasanya yang lembut.

6. Sosis Solo

Meski namanya sosis, makanan ini sejatinya adalah dadar gulung yang berisi tumisan daging ayam atau sapi berbumbu. Berasal dari Solo, sosis ini mencerminkan akulturasi kuliner antara pengaruh Eropa dan Jawa. Disajikan dalam ukuran mungil dan sering dijadikan hidangan pembuka dalam acara resmi.

7. Jatah Manten

Jajanan ini kerap dijumpai dalam acara pernikahan adat Jawa. Biasanya terdiri dari nasi gurih dan lauk-pauk yang dikemas dalam wadah khusus. Dalam konteks kegiatan ini, kemungkinan nama tersebut digunakan untuk menyimbolkan jenis hidangan yang biasa dihidangkan dalam tradisi mantenan atau perkawinan, sebagai bentuk penghormatan pada budaya leluhur.

8. Gethuk Lindri

Gethuk lindri adalah olahan singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan gula serta pewarna makanan alami. Adonan kemudian dibentuk memanjang dan dipotong-potong. Rasanya manis dan teksturnya lembut. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut. Kudapan ini populer di daerah Jawa Tengah dan sering dijajakan oleh pedagang keliling.









Kegiatan Baking & Pastry Arts ini merupakan salah satu bentuk nyata dari pembelajaran yang terintegrasi antara keterampilan praktis dan pelestarian budaya. Melalui proses pembuatan dan pengenalan terhadap jajanan tradisional, siswa diharapkan tidak hanya menjadi ahli kuliner yang andal, tetapi juga agen pelestari warisan kuliner bangsa.