Sabtu, 19 Juli 2025

Kolaborasi Monas Kuliner & Pakuwon City Mall Tampilkan Kreativitas Fruit Carving Competition

Pada Jumat, 12 Juli 2025, Pakuwon City Mall dipenuhi semangat kompetitif dan kreativitas luar biasa dalam acara Fruit Carving Competition yang digelar melalui kolaborasi antara Monas Kuliner dan Pakuwon City Mall. Kompetisi ini menjadi panggung inspiratif bagi para seniman kuliner muda, sekaligus bukti bahwa seni ukir buah bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga refleksi ketekunan, ketelitian, dan rasa cinta pada dunia kuliner.



para peserta mulai mempersiapkan buah-buahan seperti semangka, melon, apel, wortel, dan mentimun sebagai bahan dasar ukiran mereka. Dalam waktu 2 jam, mereka diharuskan menyelesaikan karya utuh yang menonjolkan teknik, kreativitas, dan kesinambungan desain.









Bukan sekadar lomba, Fruit Carving Competition ini menjadi ajang pembelajaran langsung. Banyak pengunjung mall yang antusias menyaksikan proses para peserta mengukir buah dengan ketelitian tinggi.

Monas Kuliner, lembaga pendidikan kuliner terkemuka di Surabaya, menggandeng Pakuwon City Mall dalam penyelenggaraan acara ini sebagai bentuk sinergi positif antara pendidikan dan industri.

Acara ini juga dimeriahkan dengan demo carving oleh para chef profesional dari Monas Kuliner, yang menunjukkan teknik tingkat lanjut dan tips praktis yang bisa diaplikasikan dalam dunia kerja kuliner.

Antusiasme yang tinggi dari peserta dan pengunjung menjadi bukti bahwa acara seperti ini perlu diadakan secara rutin. Baik pihak Monas Kuliner maupun Pakuwon City Mall menyatakan bahwa mereka terbuka untuk menyelenggarakan kolaborasi serupa ke depannya, dengan cakupan lebih luas dan inovasi lebih berani.

Kamis, 03 Juli 2025

Ujian Akhir Baking & Pastry Arts: Mahasiswa Akademi Kuliner Monas Pasifik Tampilkan Karya Terbaik

Mahasiswa Akademi Kuliner Monas Pasifik menunjukkan kompetensi dan kreativitas mereka dalam ujian akhir mata kuliah Baking & Pastry Arts. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran selama satu semester yang telah membekali para mahasiswa dengan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam dunia pastry dan roti modern maupun tradisional.

Bertempat di dapur praktik utama kampus, ujian akhir ini mengangkat konsep integratif antara teknik, estetika, dan inovasi produk. Setiap mahasiswa diberikan tantangan untuk menciptakan beragam olahan pastry dan baking yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai artistik dan keunikan tersendiri.




Ujian akhir ini dirancang menyerupai simulasi industri nyata. Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan tugas dengan batas waktu yang telah ditentukan, memperhatikan prosedur kerja, sanitasi, kualitas rasa, dan penampilan produk. Pengujian dilakukan oleh tim dosen pengajar serta beberapa praktisi profesional dari dunia industri kuliner yang diundang secara khusus.



Bagi para mahasiswa, final exam ini bukan hanya sekadar ujian akhir semester, melainkan juga momen pembuktian atas hasil kerja keras selama masa studi. Mahasiswa tingkat akhir mengakui bahwa proses persiapan tidak mudah, mulai dari perencanaan resep, uji coba, hingga latihan manajemen waktu.

Akademi Kuliner Monas Pasifik terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kuliner nasional maupun internasional. Melalui kegiatan seperti ujian akhir ini, mahasiswa dilatih tidak hanya untuk menjadi pekerja andal, tetapi juga sebagai wirausahawan kreatif yang mampu membawa kuliner Indonesia ke panggung dunia.


Selasa, 01 Juli 2025

Revitalisasi Jajanan Tradisional: Semangat Pelestarian Melalui Kegiatan Baking & Pastry Arts

 Dalam upaya membangkitkan kembali kecintaan terhadap kuliner khas Nusantara, kegiatan Baking & Pastry Arts kembali diselenggarakan dengan mengusung tema Indonesian Sweets 2. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengenalan dan praktik langsung terhadap berbagai olahan jajanan tradisional Indonesia yang semakin jarang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Melibatkan para peserta didik dari program kuliner, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pembelajaran teknis, tetapi juga sebagai sarana edukatif dalam menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa. Berikut adalah daftar kudapan yang berhasil ditampilkan dalam kegiatan tersebut beserta ulasan singkatnya:







1. Combro, Misro, dan Pisro

Tiga jenis kudapan berbahan dasar singkong ini berasal dari wilayah Jawa Barat. Combro adalah singkatan dari "oncom di jero" yang berarti oncom di dalam, karena isinya berupa tumisan oncom pedas. Misro memiliki isian gula merah, sehingga menghasilkan rasa manis. Sementara Pisro, meski belum sepopuler dua saudaranya, diyakini sebagai variasi lokal dengan ciri khas tertentu, misalnya isian ikan atau rasa pedas manis. Ketiganya menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi camilan lezat.

2. Kue Karamel Proll

Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, berpori, dan manis legit. Bahan dasarnya antara lain adalah telur, gula, dan margarin. Aroma karamel yang khas berasal dari proses pemanasan gula hingga meleleh. Kue ini sering disebut sebagai bentuk adaptasi kue barat dengan sentuhan cita rasa lokal.

3. Tape

Tape merupakan hasil fermentasi dari singkong atau ketan yang menghasilkan rasa manis dengan sedikit sensasi alkohol alami. Makanan ini tidak hanya populer sebagai camilan, tetapi juga sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue-kue tradisional lainnya. Proses fermentasi yang tepat menentukan kualitas tape yang dihasilkan.

4. Bubur Madura

Hidangan ini merupakan perpaduan beberapa jenis bubur manis seperti bubur sumsum, ketan hitam, mutiara, dan candil yang disajikan dengan kuah santan dan gula merah cair. Bubur Madura menggambarkan kekayaan rasa dan tekstur dalam satu mangkuk, serta menjadi bukti kekayaan kuliner dari Pulau Madura.

5. Cantik Manis

Kue ini memiliki tampilan warna-warni yang cantik dan tekstur kenyal dari bahan dasar sagu mutiara. Disusun berlapis dan biasanya disajikan dalam potongan kecil, kue cantik manis sangat digemari karena tampilannya yang menarik dan rasanya yang lembut.

6. Sosis Solo

Meski namanya sosis, makanan ini sejatinya adalah dadar gulung yang berisi tumisan daging ayam atau sapi berbumbu. Berasal dari Solo, sosis ini mencerminkan akulturasi kuliner antara pengaruh Eropa dan Jawa. Disajikan dalam ukuran mungil dan sering dijadikan hidangan pembuka dalam acara resmi.

7. Jatah Manten

Jajanan ini kerap dijumpai dalam acara pernikahan adat Jawa. Biasanya terdiri dari nasi gurih dan lauk-pauk yang dikemas dalam wadah khusus. Dalam konteks kegiatan ini, kemungkinan nama tersebut digunakan untuk menyimbolkan jenis hidangan yang biasa dihidangkan dalam tradisi mantenan atau perkawinan, sebagai bentuk penghormatan pada budaya leluhur.

8. Gethuk Lindri

Gethuk lindri adalah olahan singkong yang dihaluskan dan dicampur dengan gula serta pewarna makanan alami. Adonan kemudian dibentuk memanjang dan dipotong-potong. Rasanya manis dan teksturnya lembut. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut. Kudapan ini populer di daerah Jawa Tengah dan sering dijajakan oleh pedagang keliling.









Kegiatan Baking & Pastry Arts ini merupakan salah satu bentuk nyata dari pembelajaran yang terintegrasi antara keterampilan praktis dan pelestarian budaya. Melalui proses pembuatan dan pengenalan terhadap jajanan tradisional, siswa diharapkan tidak hanya menjadi ahli kuliner yang andal, tetapi juga agen pelestari warisan kuliner bangsa.

Minggu, 29 Juni 2025

Eksplorasi Cita Rasa Nusantara: Kegiatan Baking & Pastry Arts Menampilkan Aneka Jajanan Tradisional Indonesia

Kegiatan Baking & Pastry Arts yang diselenggarakan pada hari ini menghadirkan berbagai jenis jajanan tradisional Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang praktik keterampilan memasak bagi para siswa, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penghargaan terhadap kekayaan budaya kuliner bangsa.



Melalui tema “Indonesian Sweets 2,” para peserta diajak untuk mengenal dan mengolah beragam kue dan jajanan pasar yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia sejak dahulu kala. Berikut ini adalah beberapa jenis kue tradisional yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut:







1. Kue Pandan (Diduga Maksud dari “Kue Mohon Pandan”)

Kue pandan merupakan salah satu kudapan tradisional yang memiliki aroma khas daun pandan. Biasanya kue ini hadir dalam bentuk bolu kukus atau lapis legit dengan warna hijau alami yang menggugah selera. Teksturnya lembut dan rasa manisnya tidak berlebihan, menjadikannya favorit di berbagai acara keluarga atau hajatan.

2. Kue Mata Roda

Kue mata roda merupakan variasi dari kue tradisional berbahan dasar singkong atau tepung ketan, yang memiliki isian pisang di bagian tengahnya. Disebut “mata roda” karena tampilannya yang menyerupai roda dengan lingkaran kuning di tengah. Kue ini disajikan dengan balutan kelapa parut dan memiliki cita rasa manis gurih yang seimbang.

3. Clorot

Clorot atau celorot adalah jajanan khas Jawa yang dibungkus dengan daun janur muda. Adonan clorot terdiri dari campuran tepung beras, gula merah, dan santan, yang dikukus hingga matang. Kue ini memiliki rasa manis yang khas dan tekstur yang lembut. Pengemasan unik dengan daun janur memberikan nilai estetika serta memperpanjang umur simpan kue secara alami.

4. Ebi Talam

Ebi talam merupakan jenis kue talam dengan topping ebi (udang kering) di bagian atasnya. Perpaduan rasa gurih dari ebi dan manis dari lapisan bawah kue menjadikan kue ini sangat unik. Kue ini mencerminkan kreativitas dalam memadukan rasa laut dan tradisional dalam satu sajian.

5. Pastel

Pastel adalah jajanan gurih berbentuk setengah lingkaran dengan isian sayuran, bihun, atau kadang telur dan ayam. Kulitnya yang renyah berpadu dengan isian yang kaya rasa menjadikannya camilan favorit masyarakat dari berbagai usia. Proses pengolahannya bisa melalui penggorengan, dan disajikan hangat sebagai camilan atau sajian arisan.

6. Lumpia

Lumpia merupakan kudapan yang berasal dari pengaruh kuliner Tionghoa yang telah mengalami proses akulturasi dalam budaya Jawa. Lumpia umumnya berisi campuran rebung, telur, dan daging ayam atau udang. Disajikan dengan saus manis dan acar, lumpia menjadi jajanan yang populer di berbagai daerah, terutama di Semarang.

7. Centil (Diduga maksud dari ‘Cethil’ atau ‘Cetil’)

Cetil adalah jajanan tradisional berbahan dasar tepung tapioka yang dibentuk kecil-kecil dan diberi warna-warni cerah. Setelah dikukus, cetil dilumuri kelapa parut dan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa manis. Teksturnya kenyal dan tampilannya yang menarik membuatnya disukai anak-anak hingga orang dewasa.





Melalui kegiatan seperti ini, peserta didik tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga diajak untuk mengenali nilai-nilai budaya yang terkandung dalam makanan. Dalam dunia modern yang penuh dengan makanan cepat saji dan produk instan, keberadaan kue-kue tradisional ini perlu terus diperkenalkan agar tidak punah ditelan zaman.

Kegiatan ini pun menjadi bentuk nyata dari pendidikan karakter dan kecintaan terhadap budaya lokal, sekaligus membentuk semangat kewirausahaan di bidang kuliner. Apresiasi pun disampaikan kepada para dosen dan pengajar yang telah membimbing siswa dalam mengenal dan mengolah kuliner khas Nusantara.


Kamis, 26 Juni 2025

Mengenal Lebih Dekat Kegiatan Baking & Pastry Arts: Indonesian Sweets 2

 Dalam rangka memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Indonesia kepada generasi muda, kegiatan Baking & Pastry Arts diadakan dengan mengusung tema Indonesian Sweets 2. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktikal kepada mahasiswa dalam membuat beragam kue tradisional khas Nusantara yang memiliki cita rasa autentik serta nilai budaya yang tinggi.

Bertempat di lingkungan kampus yang mendukung kreativitas dan eksplorasi, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari jurusan kuliner, khususnya mereka yang fokus pada seni baking dan pastry. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya diajarkan teknik pembuatan kue, tetapi juga mengenal lebih dalam sejarah, filosofi, dan kekhasan bahan-bahan lokal yang digunakan.

Adapun jenis kue yang dibuat dalam sesi Indonesian Sweets 2 meliputi enam jenis jajanan tradisional yang sangat populer di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Kue Cucur, Jongkong Surabaya, Bolu Kukus Pelangi, Wajik, Widaran, dan Putu Ayu. Berikut penjelasan singkat tentang masing-masing kue:







1. Kue Cucur

Kue cucur merupakan jajanan pasar yang berasal dari Betawi dan dikenal luas di seluruh Nusantara. Kue ini memiliki bentuk bundar dengan bagian tengah yang tebal dan pinggirannya tipis serta renyah. Terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan air, kue cucur dimasak dengan cara digoreng. Tantangan dalam membuat kue ini terletak pada teknik penggorengannya agar menghasilkan tekstur yang sempurna.

2. Jongkong Surabaya

Jongkong adalah kue basah tradisional dari Jawa Timur, khususnya dikenal dari Surabaya. Kue ini terdiri dari tiga lapis, yaitu lapisan hijau dari pandan, lapisan putih dari santan, dan lapisan coklat dari gula merah cair. Teksturnya lembut dan kenyal, menjadikannya sajian manis yang digemari banyak orang. Jongkong biasanya disajikan dalam wadah kecil dari daun pisang, memberikan aroma khas yang menggugah selera.

3. Bolu Kukus Pelangi

Bolu kukus pelangi merupakan variasi dari bolu kukus tradisional dengan tampilan warna-warni menyerupai pelangi. Kue ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga lembut dan manis dalam rasa. Menggunakan teknik kukus yang tepat, bolu ini mampu mengembang sempurna tanpa retak di permukaan. Mahasiswa belajar menyeimbangkan pewarna makanan alami agar tampilan tetap estetik dan aman dikonsumsi.

4. Wajik

Wajik adalah kue tradisional berbahan dasar beras ketan yang dimasak bersama gula merah dan santan hingga menghasilkan tekstur lengket dan padat. Wajik umumnya disajikan dalam bentuk potongan segitiga atau belah ketupat. Kue ini memiliki makna filosofis dalam budaya Jawa, sering disajikan dalam acara syukuran sebagai simbol kebersamaan dan kelekatan.

5. Widaran

Widaran merupakan kue kering berbahan dasar tepung tapioka yang digoreng kering dan biasanya diberi balutan gula putih atau gula merah. Bentuknya kecil memanjang menyerupai jari. Teksturnya renyah dan memiliki rasa manis yang khas. Mahasiswa ditantang untuk menghasilkan ukuran dan bentuk yang konsisten serta kerenyahan yang maksimal.

6. Putu Ayu

Putu Ayu adalah kue kukus berwarna hijau dari pandan dengan bagian atas yang terdiri dari kelapa parut. Teksturnya lembut dan sedikit basah, sangat cocok dinikmati sebagai kudapan sore. Teknik penting dalam pembuatan putu ayu adalah bagaimana menjaga kelapa tetap segar dan tidak mudah basi, serta memastikan kue tidak overcooked agar teksturnya tetap lembut.

Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mencintai dan melestarikan makanan khas Indonesia. Melalui praktek langsung, mahasiswa memahami betapa pentingnya menjaga warisan kuliner agar tetap hidup di tengah gempuran budaya asing.









Pada akhir kegiatan, para mahasiswa mempresentasikan hasil karyanya kepada dosen dan orang tua yang turut hadir. Momen ini menjadi ajang apresiasi atas usaha dan kreativitas mereka dalam menghadirkan kembali jajanan tradisional dalam bentuk yang menarik dan higienis.

Sebagai penutup, terdapat ungkapan yang menyentuh hati dari pihak kampus, yaitu "Salam hormat dari dosen, salam kangen dari ananda" — sebuah pesan penuh kehangatan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan orang tua dalam proses pendidikan yang menyeluruh.