Hari ini, para mahasiswa kembali mengikuti sesi praktik intensif yang berfokus pada penguasaan basic knowledge dalam pembuatan berbagai jenis kue dan jajanan berbahan dasar lokal. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari kurikulum pembelajaran, di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga langsung mempraktikkannya di dapur profesional kampus.
Materi Hari Ini: Jajanan Populer Bernilai Edukatif
Kegiatan praktik kali ini mencakup pembuatan kroket, bola telo ungu, kue lumpur labu, dan kue karamel. Masing-masing menu dipilih secara khusus oleh pengajar untuk memperkaya wawasan dan keterampilan dasar mahasiswa dalam mengolah bahan lokal menjadi produk pastry bernilai jual.
-
Kroket
Kroket adalah camilan klasik yang sangat populer di berbagai lapisan masyarakat. Dalam praktik ini, mahasiswa belajar teknik dasar membuat ragout (isi kroket) yang lembut, balutan tepung panir yang renyah, serta teknik menggoreng agar hasil akhir tetap kering dan tidak menyerap minyak secara berlebihan. -
Bola Telo Ungu
Menggunakan ubi ungu sebagai bahan dasar, bola telo ungu memperkenalkan mahasiswa pada pengolahan pangan berbasis karbohidrat lokal. Selain mengajarkan teknik pembuatan adonan dan pengisian, dosen juga menekankan pentingnya estetika dalam penampilan produk akhir. -
Kue Lumpur Labu
Kue ini menjadi media bagi mahasiswa untuk memahami teknik pemanggangan dan tekstur adonan yang lembut. Labu kuning sebagai bahan utama juga memperkenalkan aspek pemanfaatan bahan sehat dan bernilai gizi tinggi dalam produk pastry. -
Kue Karamel
Dikenal juga sebagai kue sarang semut, pembuatan kue karamel membutuhkan ketelitian tinggi. Mahasiswa dilatih mengatur suhu dan waktu memanggang yang presisi agar menghasilkan pori-pori yang khas pada kue.
Pembelajaran yang Membumi dan Kontekstual
Kegiatan praktik hari ini mengedepankan pembelajaran yang berbasis kearifan lokal, di mana bahan-bahan seperti ubi ungu dan labu digunakan sebagai alternatif dari bahan impor. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa akan potensi kekayaan pangan lokal yang melimpah.
Dosen-dosen di Akademi Kuliner Monas Pasifik juga selalu menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam setiap praktik. Mahasiswa diajak untuk menjaga kebersihan dapur, mengikuti prosedur keselamatan kerja, serta memperhatikan detail dalam setiap proses produksi.
Praktik Baking & Pastry Arts hari kedua di Akademi Kuliner Monas Pasifik kembali menegaskan komitmen kampus dalam memberikan pendidikan kuliner berbasis praktik dan budaya lokal. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami filosofi, teknik, serta nilai-nilai kerja yang akan mereka bawa ke dunia profesional nantinya.
Dengan paduan antara teori, praktik langsung, dan pendekatan humanis, Akademi Kuliner Monas Pasifik membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang siap mencetak tenaga ahli kuliner yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)





.jpeg)