Tampilkan postingan dengan label BASIC KNOWLEDGE 2025. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BASIC KNOWLEDGE 2025. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juni 2025

Praktik Baking & Pastry Arts : kroket, bola telo ungu, kue lumpur labu, dan kue karamel

 Hari ini, para mahasiswa kembali mengikuti sesi praktik intensif yang berfokus pada penguasaan basic knowledge dalam pembuatan berbagai jenis kue dan jajanan berbahan dasar lokal. Aktivitas ini menjadi bagian penting dari kurikulum pembelajaran, di mana mahasiswa tidak hanya memahami teori tetapi juga langsung mempraktikkannya di dapur profesional kampus.








Materi Hari Ini: Jajanan Populer Bernilai Edukatif

Kegiatan praktik kali ini mencakup pembuatan kroket, bola telo ungu, kue lumpur labu, dan kue karamel. Masing-masing menu dipilih secara khusus oleh pengajar untuk memperkaya wawasan dan keterampilan dasar mahasiswa dalam mengolah bahan lokal menjadi produk pastry bernilai jual.

  1. Kroket
    Kroket adalah camilan klasik yang sangat populer di berbagai lapisan masyarakat. Dalam praktik ini, mahasiswa belajar teknik dasar membuat ragout (isi kroket) yang lembut, balutan tepung panir yang renyah, serta teknik menggoreng agar hasil akhir tetap kering dan tidak menyerap minyak secara berlebihan.

  2. Bola Telo Ungu
    Menggunakan ubi ungu sebagai bahan dasar, bola telo ungu memperkenalkan mahasiswa pada pengolahan pangan berbasis karbohidrat lokal. Selain mengajarkan teknik pembuatan adonan dan pengisian, dosen juga menekankan pentingnya estetika dalam penampilan produk akhir.

  3. Kue Lumpur Labu
    Kue ini menjadi media bagi mahasiswa untuk memahami teknik pemanggangan dan tekstur adonan yang lembut. Labu kuning sebagai bahan utama juga memperkenalkan aspek pemanfaatan bahan sehat dan bernilai gizi tinggi dalam produk pastry.

  4. Kue Karamel
    Dikenal juga sebagai kue sarang semut, pembuatan kue karamel membutuhkan ketelitian tinggi. Mahasiswa dilatih mengatur suhu dan waktu memanggang yang presisi agar menghasilkan pori-pori yang khas pada kue.

Pembelajaran yang Membumi dan Kontekstual

Kegiatan praktik hari ini mengedepankan pembelajaran yang berbasis kearifan lokal, di mana bahan-bahan seperti ubi ungu dan labu digunakan sebagai alternatif dari bahan impor. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa akan potensi kekayaan pangan lokal yang melimpah.

Dosen-dosen di Akademi Kuliner Monas Pasifik juga selalu menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam setiap praktik. Mahasiswa diajak untuk menjaga kebersihan dapur, mengikuti prosedur keselamatan kerja, serta memperhatikan detail dalam setiap proses produksi.








Praktik Baking & Pastry Arts hari kedua di Akademi Kuliner Monas Pasifik kembali menegaskan komitmen kampus dalam memberikan pendidikan kuliner berbasis praktik dan budaya lokal. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami filosofi, teknik, serta nilai-nilai kerja yang akan mereka bawa ke dunia profesional nantinya.

Dengan paduan antara teori, praktik langsung, dan pendekatan humanis, Akademi Kuliner Monas Pasifik membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang siap mencetak tenaga ahli kuliner yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Jumat, 13 Juni 2025

Praktek Baking & Pastry Arts : Winko, Pukis, Kembang Goyang, dan Seprong

 Praktek Baking & Pastry Arts di Kampus Akademi Kuliner Monas Pasifik: Pengalaman Belajar yang Menggugah Selera

Dunia kuliner terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan dan seni penyajiannya. Di tengah tren ini, Akademi Kuliner Monas Pasifik menjadi salah satu institusi pendidikan yang aktif memberikan pembelajaran terstruktur dan mendalam kepada para mahasiswanya, khususnya melalui program Baking & Pastry Arts.





Pada kegiatan praktik hari ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai teknik dasar dalam membuat jajanan tradisional khas Indonesia. Dalam suasana yang penuh semangat dan kreativitas, mahasiswa memulai pelajaran dengan mengikuti Silabus Basic Knowledge yang telah dirancang secara sistematis oleh para dosen profesional.

Silabus Praktik: Kombinasi Ilmu Dasar dan Kekayaan Kuliner Nusantara

Silabus pada kegiatan kali ini meliputi pelatihan membuat berbagai jenis jajanan tradisional, yakni Winko, Pukis, Kembang Goyang, dan Seprong. Keempat jenis kudapan ini dipilih karena tidak hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga menuntut ketelitian dan keterampilan dalam teknik pembuatannya.

  1. Winko – Sebagai salah satu jajanan yang kini mulai langka, pembuatan winko menuntut ketepatan dalam mengatur suhu dan adonan agar menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang khas. Mahasiswa belajar bagaimana menjaga kualitas bahan dan mengatur waktu pemanggangan dengan optimal.

  2. Pukis – Kue pukis yang populer di berbagai daerah menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar teknik memanggang menggunakan cetakan khusus. Proses pengadonan, fermentasi, hingga pengaturan tingkat kematangan menjadi fokus penting dalam praktik ini.

  3. Kembang Goyang – Jajanan renyah berbentuk bunga ini menantang ketangkasan mahasiswa dalam menggunakan cetakan logam khusus. Di sinilah mahasiswa dituntut untuk teliti dalam mengontrol suhu minyak agar menghasilkan kembang goyang yang renyah dan tidak berminyak.

  4. Seprong – Makanan ringan berbentuk silinder ini memberikan pelajaran tentang proses pencetakan dan penggulungan adonan panas. Dalam praktiknya, mahasiswa belajar kecepatan dan presisi karena adonan harus segera dibentuk sebelum mengeras.

Metode Pengajaran yang Interaktif

Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pencapaian hasil akhir produk makanan, tetapi juga menekankan proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dosen tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberikan ruang diskusi dan tanya jawab secara langsung di dapur praktik. Hal ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi mahasiswa, karena mereka langsung merasakan dinamika dapur profesional.







Program Baking & Pastry Arts di Akademi Kuliner Monas Pasifik berhasil memadukan antara keahlian teknis, pelestarian budaya lokal, dan pengembangan karakter mahasiswa. Melalui praktik seperti pembuatan winko, pukis, kembang goyang, dan seprong, mahasiswa tidak hanya belajar membuat kue, tetapi juga belajar tentang ketekunan, kreativitas, serta nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi fondasi kuliner Indonesia.




Dukungan dosen dan antusiasme mahasiswa menjadikan kegiatan ini sebagai bagian penting dari proses pendidikan yang komprehensif dan membumi. Akademi Kuliner Monas Pasifik menunjukkan bahwa dunia kuliner bukan sekadar tentang rasa, melainkan juga tentang dedikasi, seni, dan kebudayaan.