Kegiatan Baking & Pastry Arts selalu menjadi momen yang dinantikan, tidak hanya oleh para peserta didik, tetapi juga oleh para orang tua yang ingin melihat perkembangan kreativitas dan keterampilan kuliner putra-putri mereka. Pada kesempatan kali ini, kegiatan difokuskan pada Proses Pembuatan Ginger House, sebuah proyek menarik yang menggabungkan teknik baking, seni dekorasi, dan ketelitian dalam membangun struktur pangan yang estetis dan kokoh.
Pembuatan Ginger House bukan sekadar membuat kue jahe dan menempelkannya menjadi bentuk rumah. Proses ini membutuhkan perencanaan yang matang, pemahaman resep yang tepat, serta kemampuan bekerja dalam tahap-tahap yang sistematis. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat ideal untuk melatih kedisiplinan, kreativitas, dan kerja sama di dalam kelas.
Tahap pertama dimulai dari peracikan adonan gingerbread. Peserta didik mempelajari cara menyeimbangkan bumbu-bumbu hangat seperti jahe, kayu manis, dan cengkih agar menghasilkan aroma khas yang kuat namun tetap nyaman dinikmati. Mereka juga belajar menentukan tekstur adonan yang ideal—tidak terlalu lembek agar mudah dicetak, tetapi juga tidak terlalu keras agar mudah di-roll. Pada tahap ini, kecermatan mengukur bahan sangat ditekankan oleh dosen pengampu.
Setelah adonan siap, proses berikutnya adalah rolling dan cutting. Para mahasiswa menggunakan cetakan khusus untuk membentuk bagian-bagian rumah seperti dinding, atap, pintu, dan jendela. Ketelitian dalam memotong memastikan bahwa potongan dapat dirakit dengan baik setelah dipanggang. Bagian ini juga melatih kemampuan visual dan pemahaman proporsi, karena setiap komponen harus memiliki ukuran yang presisi.
Memanggang potongan gingerbread menjadi tahap yang tak kalah penting. Suhu oven harus dijaga dengan stabil untuk menghindari adonan terlalu mengembang ataupun gosong. Setelah dipanggang, potongan dibiarkan dingin hingga benar-benar set sebelum dirakit. Keduanya dilakukan agar struktur rumah tidak mudah patah atau runtuh saat proses penyusunan dimulai.
Tahap paling menantang sekaligus menyenangkan adalah building dan dekorasi. Peserta didik menggunakan royal icing sebagai perekat utama untuk menyatukan bagian-bagian gingerbread. Proses ini perlu ketelatenan, karena setiap sisi harus disangga hingga icing mengeras dan struktur berdiri dengan kokoh. Setelah itu, mereka bebas mengekspresikan kreativitas melalui dekorasi menggunakan icing warna-warni, permen, cokelat, dan ornamen edible lainnya. Pada momen inilah tampak berbagai ide unik dan imajinatif dari para mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua dapat melihat perkembangan kemampuan anak-anak tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga karakter, seperti kesabaran, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah saat menghadapi tantangan dalam proses perakitan.
Di akhir kegiatan, dosen menyampaikan salam hormat sebagai bentuk apresiasi kepada para orang tua yang selalu mendukung proses belajar. Sementara itu, para mahasiswa menitipkan salam kangen sebagai ungkapan rindu dan kebanggaan atas karya yang telah mereka hasilkan.
Proyek Ginger House ini bukan sekadar tugas kelas, tetapi pengalaman berharga yang memperkuat keterampilan kuliner dan seni kreatif para peserta didik. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan bimbingan dosen, proses belajar menjadi semakin bermakna dan menyenangkan.






.jpeg)




Semua detail garnish, glazing (pelapisan mengkilap), dan plating (penyajian) dikerjakan dengan sangat teliti. Ujian detail Penggunaan royal icing sebagai 'salju' terlihat sempurna. Memberikan kesan magis dan musim dingin." "Setiap sudut rumah punya cerita. Kreasi yang festive (penuh semangat perayaan) dan menggemaskan! 😍"Membangun dan menempelkan setiap bagian gingerbread butuh kesabaran dewa!
BalasHapusSangat menginspirasi dan memberi motivasi untuk belajat lebih baik lagi
BalasHapusGinger house-nya cantik banget! Detailnya rapi, dekorasinya penuh warna, dan setiap sudutnya kelihatan dibuat dengan penuh ketelitian. Kombinasi icing, permen, dan struktur kuenya benar-benar bikin suasana jadi festive. Keren banget hasilnya!
BalasHapussaya adalah salah satu di antara mereka, dosen memberikan contoh cara menggiling adonan seperti apa, ketebalan adonan seperti apa, dan suhu bake nya di jaga dengan baik
BalasHapusSekolah pastry ini bikin aku sadar kalau hidup itu seperti adonan: perlu waktu, perlu diuleni, dan kadang harus dipukul sedikit biar nurut. Tapi hasil akhirnya selalu manis kalau sabar.
BalasHapusProses bikin gingerbread house itu: lima menit semangat, sepuluh menit panik, lima belas menit nahan dinding biar nggak jatuh. Tapi gilanya, hasil akhirnya selalu menggemaskan dan bikin aku lupa drama tadi.
BalasHapusBangga bisa jadi bagian dari MPCA. Banyak pengalaman berharga di sini.
BalasHapus